divardha

warna-warni yang lain

Inception

leave a comment »

>

gambar diculik dari wiki
btw, agak mirip sama poster The Dark Knight yak?

[No, i’m not going to write a movie review. Just a mumbling mind]

Sudah nonton Inception?. Belum? wah anda harus nonton. Kalo sudah? ayo nonton lagi sengihnampakgigi. Yap, Inception masuk daftar film yang harus ditonton lagi. Entah itu karena filmnya bagus banget, karena banyak bagian yang bikin penasaran, atau karena ketinggalan di menit-menit awal, yang membuat anda jadi bertanya-tanya.

Inception adalah film tentang menjelajah mimpi. Setelah nonton Inception pun rasanya seperti bangun dari mimpi. Anda mungkin tidak ingat detailnya, tapi anda ingat pernah mengalaminya dan rasanya sangat nyata.

Karena itu, konsentrasilah saat diajak Dominic Cobb (Leonardo DiCaprio) dan teman-temannya bermain-main di labirin mimpi. Nolan, sang sutradara penuh detail ini sebenarnya sudah meninggalkan banyak petunjuk agar anda tidak tersesat. Alur ceritanya sederhana, cuma prosesnya memang agak rumit. Walaupun begitu, menurut saya film ini tetap menarik, jauh dari rasa membosankan. Adegan-adegan klimaksnya sukses membuat saya beberapa kali menahan napas, disamping tentunya didukung scoring musik yang sangat membangun dari Hans Zimmer.

Oh ya, ada viral marketing (seperti yang dibuat Nolan dalam film The Dark Knight dengan WhySoSerious.com-nya) yang mungkin bisa membantu anda memahami film ini, antara lain :

Jangan lupa komik keren yang merupakan prequel dari filmnya, The Inception – Cobol Job. Komik ini menjelaskan awal hubungan antara Dom dan Saito.

Dari hasil googling, nemu beberapa fakta unik tentang Inception : [this may contain spoiler]
1. Ada sejarah dibalik pemilihan nama tokohnya.

  • Ariadne, Dewi Yunani yang membantu Theseus keluar dari labirin
  • Arthur, Raja yang kedatangannya diramalkan lewat mimpi
  • Dominic, dari nama St. Dominic yang diceritakan merupakan sosok yang melindungi orang-orang yang bersalah

2. Adegan zero gravity di hotel? ternyata set hotelnya benar-benar dibuat 360 derajat lho..



Mungkin keliatan ribet, tapi set ini sangat memudahkan proses pengambilan gambar untuk adegan jungkir balik daripada harus pake CGI.

3. Salah satu lagu yang dipakai di film ini adalah lagu Edith Piaf – Non, Je Ne Regrette Rien. Lagu ini dipakai juga di film La Vie En Rose yang diperankan oleh Marion Cotillard (Mal, Istri Cobb). Nolan meminta Hans Zimmer untuk bikin satu scoring yang “megah”, sekaligus menggambarkan suasana bahwa 5 menit di dunia nyata adalah 1 jam di dunia mimpi. Tebak apa yang dilakukan Hans Zimmer? lagu Edith Piaf tadi ‘di-stretch’ (diolor, dimelarin) jadi satu scoring baru : Half Remembered Dream. Bisa dibilang Half Remembered Dream ini adalah versi slow motionnya Non, Je Ne Regrette Rien Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di video ini

Endingnya? ini yang saya suka. Tegang di detik-detik terakhir. Tapi sepertinya Nolan lebih suka membiarkan penonton untuk menyimpulkan sendiri. Sebuah rumusan open ending yang sangat tepat untuk mengakhiri cerita.



Is it dream or reality? You decide.

Written by divardha

July 25, 2010 at 8:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: